Dongeng Kaguya Hime - Okonomikatsu

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 19 Juni 2013

Dongeng Kaguya Hime


Konbanwa minna-san kan Okonomikatsu udah sering nih bahas tentang budaya Jepang, tempat tempat di jepang, barang barang, ladies, Anime, Music dan lain lain. Gimana kalo kali ini kita bahas Dongeng Jepang, setuju ya? *anggap aja semuanya setuju. Malem ini saya bakal cerita tentang Putri Kaguya atau dalam bahasa Jepangnya Kaguya Hime. Langsung aja kalo gitu matiin lampu, tarik selimut, baring dengan nyaman dan kita mulai dongengnya, douzoo....

Pada zaman dahulu kala hiduplah seorang kakek dan nenek yang miskin. Mereka hanya hidup berdua dan tidak mempunyai seorang anak pun. Pekerjaan sehari hari mereka adalah membuat keranjang dari bambu, karena itu hampir setiap hari kakek pergi kehutan untuk mencari bambu


Suatu hari sang kakek sedang pergi ke hutan bambu untuk memotong bambu. Saat ia memilih-milih bambu, tiba-tiba ia melihat sebatang pohon bambu yang bersinar keemasan. Pohon bambu tersebut seakan-akan meminta kakek agar segera menebangnya. Kakek pun memotong pohon bambu itu. Betapa terkejut hatinya setelah memotong sebuah bambu karena dari dalamnya muncul sinar keemasan. “Apa ini ya?” tanya kakek dalam hati. Lalu didekatinya batang bambu yang mengeluarkan sinar keemasan itu. Ternyata dari dalam batang bambu tersebut terdapat seorang bayi perempuan yang mungil. Dengan gembira kakek membawa bayi itu pulang ke rumah. Kakek dan nenek merawat bayi perempuan itu dengan penuh kasih sayang. Mereka menamakannya Kaguya.




Sejak saat itu setiap kali kakek ke hutan untuk memotong bambu, ia selalu menemukan sebatang pohon bambu yang bersinar keemasan. Setelah dipotongnya ternyata batang bambu tersebut berisi uang emas. Dengan uang emas itu mereka tidak perlu lagi bekerja keras. Mereka hidup berkecukupan dalam membesarkan putri mereka.

Kaguya tumbuh menjadi seorang putri yang sangat cantik jelita. Rambutnya hitam bersinar, kulitnya kuning keemasan, dan wajahnya pun seakan-akan mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata. Berita tentang kecantikannya tersiar ke seluruh penjuru negeri. Setiap hari datang berbagai macam pria yang ingin meminangnya. Tetapi sang putri selalu menolaknya. Suatu hari datanglah lima orang yang ingin meminang sang putri. Sang putri memberikan lima buah syarat yang sangat berat kepada mereka.



Pria pertama bertugas mencarikan mangkuk asli sang Budha yang dapat mengeluarkan cahaya kemilauan. Pria kedua bertugas mencarikan bunga Azaela emas dan perak seperti dalam legenda. Pria ketiga bertugas mencarikan tikus api dari China. Pria keempat bertugas mencarikan permata naga yang berwarna-warni. Sedangkan pria kelima bertugas mencarikan kerang laut burung walet.

Namun setelah ditunggu beberapa waktu lamanya, kelima pria itu datang dengan membawa benda-benda palsu semua. Pria pertama membawa mangkuk biasa yang tidak mengeluarkan sinar sama sekali. Pria kedua datang dengan membawa tanaman bunga Azaela dengan sepuhan emas dan perak. Pria ketiga membawakan tikus-tikus yang bulunya diwarna dengan pewarna merah. Pria keempat membawakan batu permata biasa. Sedangkan pria kelima juga hanya membawakan kerang yang ia temukan di pantai. Akhirnya kelima pria itu tidak satupun yang berhasil meminang sang putri. Mereka pulang ke negerinya masing-masing dengan kecewa.

Suatu hari di musim gugur, dengan mata berkaca-kaca sang putri menatap cahaya bulan di langit. 
“Putriku, apa yang sedang kau pikirkan?” tanya kakek dan nenek dengan khawatir.
“Kakek, Nenek, saat ini saya sedang sedih. Saya sebenarnya berasal dari negeri Bulan. Tanggal 15 bulan ini saya akan dijemput untuk kembali pulang ke negeri saya” kata sang putri dengan berlinang air mata.

Mendengar penjelasan sang putri, betapa sedih hati kakek dan nenek. Mereka tidak ingin kehilangan putrinya. Maka mereka melaporkan kepada penguasa daerah setempat agar mengirimkan pasukannya untuk menjaga sang putri.

Akhirnya, pada tanggal 15, ketika bulan sedang bersinar dengan terang, rumah sang putri dijaga oleh berpuluh-puluh samurai yang bersenjatakan panah dan tombak. Mereka berdiri di atap rumah dan sekeliling rumah sang putri. Ketika tepat tengah malam, tiba-tiba dari arah bulan purnama muncullah sebuah kereta yang bersinar terang. Saat pasukan panah sedang bersiap-siap mengarahkan anak panahnya ke atas, tiba-tiba cahaya menyilaukan terpancar dari kereta tersebut. Mata para samurai tidak bisa melihat dengan jelas. Pada saat itu seorang putri dari kereta tersebut turun dan menjemput Putri Kaguya dari dalam rumah. Putri Kaguya yang berada di bagian rumah paling dalam berjalan ke dalam sinar bulan, seolah di tarik mendekat.

“Kek, ini....”
Putri Kaguya menjatuhkan kantong keabadian di depan kakek.
“Semoga kakek dan nenek sehat sehat selalu.....”
“Oh kamu hendak pergi sekarang? Kaguya, tolong bawa kami juga....”

Kakek dan nenek mencoba mengejar Putri Kaguya tetapi di depan mata mereka kereta yang membawa Putri Kaguya menjauh dengan cepat seolah-olah ditarik oleh bulan. Lalu sang kakek mengambil kantong keabadian yang diberikan oleh Putri Kaguya dan membakarnya


“Meskipun aku bisa hidup abadi, aku tidak akan bisa bahagia tanpamu”

-Tamat-

Nah gimana mina-san ceritanya? Mina-san.....? Minna..? mi...? Kayanya saya udah ditinggal tidur sama mina-san =3=’. Kalo gitu sekian dulu postingan saya malam ini sampai jumpa lagi ya mina-san. Matta Ne~

Site Reference:

Author:
Faisal 

1 komentar:

  1. oh ceritanya begitu ya gan, dongen yang sangat menarik .

    BalasHapus

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here