Sebelum Yu-Gi-Oh? Karuta, Awal Mula Card Game di Jepang - Okonomikatsu

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 21 Mei 2013

Sebelum Yu-Gi-Oh? Karuta, Awal Mula Card Game di Jepang


Permainan Kartu atau Card game adalah salah satu bagian dari subculture Jepang yang sangat terkenal. Trading card maupun Card Game memiliki banyak macam dan tata cara bermain yang berbeda beda, tahukan minna-san bahkan jauh sebelum Vanguard bahkan sebelum Yu Gi Oh permainan Kartu di Jepang sudah ada.

Karuta, bisa dibilang adalah nenek moyang ataupun awal mula semua Card Game modern yang ada di Jepang pada saat ini. Karuta merupakan sebuah Game Card tradisional Jepang yang diperkenalkan oleh bangsa Portugis pada abad ke-16. Karuta Sendiri berasal dari kata portugis “Carta” yang memiliki artian “Kartu”, dan dijadikan permainan kartu tradisional Jepang bernama “Thensou Karuta” dan “Unsun Karuta”.

Dari berbagai Jenis Karuta yang ada dan berbagai macam jenis aturan permainan yang tercipta, awal mula dan dasar dari permainan karuta sebenarnya adalah berlomba secara cepat menentukan kartu yang sesuai dan mengambil kartu tersebut sebelum lawan.  


Akan tetapi permainan tersebut di larang oleh Shogun Tokugawa untuk mereka yang berada di kalangan bawah sehingga orang orang yang berada di kalangan bawah mulai membuat tempat tempat persembunyian untuk bermain Karuta. Biasanya tempat tempat tersebut merupakan area rahasia yang tersembunyi di sebuah toko dan hanya mereka kalangan bawah lah yang memiliki kode khusus pada saat ingin memasuki tempat tersebut. Misalkan seorang pelanggan toko yang datang dan memberi kode dengan cara menggaruk hidung, sang pemilik toko akan mengerti dan membawa pelanggan tersebut ke area tersembunyi yang di bangun di dalam toko tersebut khusus untuk mereka yang ingin berjudi dengan menggunakan Karuta.


Pada zaman Edo, Karuta mulai populer tidak hanya pada kalangan bawah akan tetapi sudah menjadi permainan yang umum di masyarakat luas. Karuta menjadi salah satu perjudian yang populer bersamaan dengan Perjudian menggunakan dadu, sehingga membuat peraturan yang semakin ketat untuk melarang adanya perjudian Karuta pun muncul.


Lambat laun  mulai banyak jenis jenis permainan Karuta lainnya yang muncul sebagai pengganti dari Karuta yang dilarang. Hana karuta adalah salah satunya, karena kepopulerannya yang menyebar keseluruh penjuru negri, Hana karuta pada akhirnya banyak dipakai sebagai permainan kartu untuk perjudian. Kepopuleran Hana Karuta ini juga berdampak pada banyaknya jenis permainan karuta lainnya yang menyebar secara luas di Masyarakat.

Setiap penduduk lokal dari daerah yang berbeda memiliki permainan dan Jenis Karuta yang berbeda beda pula. Berikut ini merupakan contoh beberapa Karuta yang berkembang di masyarakat lokal Jepang:

1. Jomo Karuta

    
Jomo Karuta merupakan salah satu jenis karuta yang pada setiap kartunya memiliki penggambaran tentang sejarah dan tempat tempat terkenal dari Prefektur Gunma, hingga saat ini Jomo Karuta masih dapat minna-san temui dan di Jual pada beberapa toko buku yang tersebar di Prefektur Gunma.

2. Uta Garuta dan Hiyakunin Isshu

                              
Uta Garuta merupakan jenis Karuta yang pada setiap kartu tertera puisi waka, total kartu dari uta garuta ada sebanyak 100 kartu. Para pemain diharuskan untuk mencocokkan setiap potongan bait puisi yang tertera pada kartu dan merangkainya menjadi puisi secara utuh. Sub Genre dari uta garuta yang terkenal pada awal abad ke-13 adalah “Ogura Hyakunin Isshu”, permainan ini memiliki 100 puisi yang tersebar di setiap kartu dan ditulis oleh pengarang puisi terkenal pada era tersebut.

3. Obake Karuta


Jika di artikan secara harfiah maka Obake Karuta memiliki artian ”Ghost Card” atau “Monster Card”, inilah bentuk paling awal dari jenis Karuta yang mirip dengan berbagai macam trading card modern seperti card game Yu-Gi-Oh ataupun Pokemon Trading Card. Setiap kartu pada Obake Karuta memiliki gambar monster pada mitologi Jepang kuno, cara bermainnya adalah salah seorang wasit akan membacakan sebuah cerita yang berhubungan dengan salah satu monster mitologi yang ada pada kartu tersebut, para pemain akan mencari kartu monster yang tepat,  Obake Karuta menguji pengetahuan para pemainnya tentang legenda dan mitologi Jepang Kuno.

4. Hanafuda / Hana Karuta


Sudah dijelaskan sedikit pada bagian awal artikel ini bahwa Hanafuda atau Hana Karuta merupakan salah satu jenis permainan Karuta yang berkembang di masyarakat pada zaman edo. Satu dek Hanafuda memiliki 48 kartu bergambar lukisan flora dan fauna dengan nuansa khas tradisional Jepang, Hal yang membuat Hanafuda menjadi salah satu jenis Karuta yang paling terkenal tidak hanya karena berbagai macam bentuk dan aturan permainannya yang beragam akan tetapi nilai seni yang terkandung pada setiap kartu.

Salah satu bentuk permainan yang menggunakan set kartu Hanafuda adalah "Hana Awase". Jumlah pemain maksimal ada 3 orang, Setiap pemain harus berlomba secara cepat untuk mencocokkan kartu di tangan dengan kartu yang di letakkan di lantai permainan yang diambil dari dek kartu yang tersedia. Ketika kartu seorang pemain habis dan kartu yang tersedia di Dek juga habis maka permainan berakhir.

Permainan Karuta hingga saat ini masih dapat minna-san jumpai diberbagai daerah di Jepang bahkan masih banyak di produksi dan dijajakan baik sebagai omiyage atau buah tangan chiri khas dari suatu daerah lokal. Meskipun kepopuleran trading card games modern sudah sangat menjamur dan telah menjadi subculture di Jepang, akan tetapi pelestarian tradisi sudah menjadi chiri khas di Jepang sehingga warisan budaya seperti Karuta pun tidak lekang termakan oleh zaman. 

                                                    "Karuta Ceremony di Yasakajinja"


Site Reference:

Author:
Hamyo 

1 komentar:

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here