Hikikomori, Ketika Hidup Mulai Sulit Saatnya Mengurung Diri!! - Okonomikatsu

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 10 Maret 2013

Hikikomori, Ketika Hidup Mulai Sulit Saatnya Mengurung Diri!!


Image Source
Minna-san, Pernahkah kalian membayangkan hidup mulai membosankan, mendapat banyak masalah di sekolah atau di tempat kerja, nilai ujian pun sudah tidak bisa lagi diterima dengan baik oleh orang tua kalian, atau bos kalian terus menerus memarahi kalian dan membebankan tugas yang tidak sebanding dengan gaji yang kalian terima, pada hubungan sosial untuk mendapatkan seorang teman pun sangat susah sekali, Kalian pun mulai memutuskan untuk absen di semua mata pelajaran dan keluar dari seluruh ekstrakulikuler yang kalian ikuti di sekolah, atau melangkah ke dalam ruangan bos kalian lalu membanting seluruh arsip arsip yang ditugaskan sebagai deadline kerja, lalu berteraik dengan lantang “Saya sudah muak!!, Saya Keluar dari sini!!” kalian pun memulai hidup dengan mengurung diri berhari hari bahkan berminggu minggu di dalam kamar kalian tanpa ada kontak sedikitpun dengan dunia luar. Apa benar bisa bertahan hidup dalam kondisi seperti ini?


Image source
Kalian mungkin beberapa kali pernah melihat keadaan ini ketika menonton sebuah anime atau pun manga dimana ada seorang tokoh yang mengurung diri di kamar, mereka hanya keluar ketika ingin membeli makanan atau sekedar membeli minuman kaleng di vending machine. Apa kalian mengira itu disebabkan oleh si karakter yang ngambek untuk beberapa saat saja? Kalian salah jika berpikir demikian, memang keadaan ini merupakan suatu fenomena yang banyak di angkat sebagai salah satu scene di dalam anime atau manga, ini adalah bagian dari negatif kultur yang terjadi di Jepang bahkan sampai saat ini. Fenomena seperti situasi di atas disebut sebagai “Hikikomori”, bisa didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang memutuskan hubungan sosial dengan dunia luar secara terus menerus. Bahkan hikikomori pun sudah resmi menjadi salah satu kata di dalam kamus oxford yang memiliki arti, “The abnormal avoidance of social contact, especially of adolecent males”.

"Salah satu anime yang mengangkat tema tentang fenomena hikikomori"                                        Image source
Belum ada alasan yang jelas kenapa fenomena ini terus menerus terjadi, anehnya 80% dari fenomena “hikikomori” ini terjadi pada laki laki. Lalu bagaimana dengan orang tua dari seorang “Hikki” ??  kebanyakan dari mereka tetap memberikan tanggungan hidup kepada anak nya yang mengalami fenomena ini, mereka mengirim uang bahkan makanan secara rutin untuk menopang kehidupan sang anak. Memang fenomena ini sangat berdampak buruk untuk berbagai aspek di Jepang, yang paling fatal adalah hikikomori kebanyakan terjadi pada generasi muda seperti anak usia sekolah, sangat tidak baik untuk Jepang yang memiliki tingkat kelahiran yang tergolong rendah.

Seorang “Hiki” akan kehilangan produktivitasnya sebagai manusia normal bahkan berlanjut pada sebuah depresi yang berkepanjangan, mereka pun tidak segan segan mengakhiri hidup kapan saja. Hal ini berdampak pada meningkatnya angka kematian akibat bunuh diri di Jepang,   Angka harapan hidup di jepang memang tergolong tinggi akan tetapi menjadi ironi ketika angka kematian akibat bunuh diri juga terus menerus meningkat bahkan golongan manula pun lebih banyak dibandingkan golongan pemuda, keadaan yang  sangat tidak baik untuk kelangsungan suatu negara tentunya.

Image source
Pemerintah Jepang berusaha keras memerangi fenomena ini dengan mendirikan banyak panti panti rehabilitasi khusus hikikomori. Mereka sadar akan aset terpenting dan harta paling berharga dari suatu negara yaitu kita, para generasi muda. :)

Lalu bagaimana pendapat kalian tentang fenomena hikikomori ini? apa kalian pernah mengenal seseorang yang mengalami fenomena ini sebelumnya? Share pendapat kalian di kolom komentar ya. Arigatou gozaimasu Minna-san :D


Author:
Hamyo 

2 komentar:

  1. 8 bulan ini saya juga jadi seorang hikki. Resign dari kantor karena ngga betah. Males ngehadapin orang. Sejak saat itu sampai skrg coba-coba jadi freelancer online biar ga usah ketemu orang tapi skill saya rendah, jadi untuk dapet project pun banyak saingannya walaupun payment rate-nya rendah. Sekarang ngapply lowongan kerja lagi tapi blum ada yang dipanggil. Argh... hidup kok susah banget.

    BalasHapus
  2. banyak sekali ya orang-orang yang depresi dan berakhir dengan bunuh diri.

    BalasHapus

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here